Renungan Plumeriagroup

Hidup ini serupa dengan menyapu lantai, setiap hari kita menyapu lantai, debu hilang datang daun kering dan begitu seterusnya tanpa habis-habisnya. Demikian juga dengan lantai-lantai kehidupan. Kita perlu menyapu tiap hari dengan menggunakan sapu kesejahteraan yang paling mengagumkan berupa sapu CUKUP.

CUKUP adalah pembersih kehidupan yang paling bisa membuat lantai-lantai kehidupan tampak bersih.

Ketika kita memutuskan dalam diri kita bahwa seseorang telah menjadi penghambat, maka jadilah orang itu sebagai seorang penghambat, sebaliknya tatkala kita menempatkan orang lain sebagai sahabat maka jadilah dia sebagai seorang sahabat.

Apa yang disebut surga dan neraka adalah merupakan sebuah bagian dari konstruksi pikiran yang menjadikan kita sebagai manusia. Untuk bisa sampai ke dalam konstruksi surga dan neraka kita memiliki pesawat kesadaran yang berbeda-beda.

Sebagian besar penglihatan kita sebenarnya diproduksi pikiran dan kesadaran sehingga titik tolak dari setiap perubahan seyogyanya bermula dari perlunya mengelola kesadaran, tetapi sayangnya kesadaran bukanlah makhluk stabil yang mudah dikelola, sebab dalam kehidupan orang dewasa ia sudah tergambar sedemikian lama dalam kurun waktu yang panjang sejak dilahirkan.

Kita akan menemukan orang baik kelihatan baik dan orang jahat kelihatan jahat syaratnya cuma satu, kita menjadi manusia yang cukup baik, begitu sampai dalam takaran dimana kita sudah cukup baik menjadi manusia, maka kita senantiasa akan terlihat baik.

Ada banyak orang yang mengunakan ukuran materi dalam mengukur ketinggian hidup, sayapun sebagian besar menggunakan ukuran yang sama, namun ada sebagian ukuran yang kadang dilupakan banyak orang, yaitu seberapa banyak dan seberapa jauhkah kita telah berjalan dalam lorong-lorong pencerahan?

Kekayaan materi memang bisa menghadirkan kebahagiaan, namun sulit diingkari ia juga menghadirkan keterikatan, ketakutan dan kekawatiran. Kemerdekaan, kebebasan, keheningan dan kedamaian, semuanya diperkosa habis oleh kekayaan materi.

Kekayaan materi juga menghasilkan harapan harapan baru yang bergerak maju, lebih tinggi, lebih tinggi dan lebih tinggi lagi… tanpa batas…

Tidak ada yang salahnya memiliki harapan yang tinggi, sejauh seseorang bisa menyeimbangkan dengan RASA SYUKUR kepada Tuhan yang telah yang telah memberikan kehidupan.

Suka, derita, pujian, makian, teman, musuh, sukses, gagal keduanya adalah kekayaan kehidupan yang sama-sama berguna. Ketika sukses kita pasti gembira, tatkala gagal jangan lupa itu artinya kita sedang diproduksi untuk menjadi dewasa.

Teman memang jadi sumber tawa dan canda tetapi musuh adalah guru sejati yang dikirim oleh tangan-tangan kehidupan dan pujian adalah sumber motivasi, sementara makian adalah palu godam yang membuat sang kepribadian jadi KUAT.

Kebencian awalnya hanyalah sejenis tamu yang kadang berkunjung kedalam kehidupan kita, kadang juga tidak akan tetapi karena ia sering diingat-ingat, diperhatikan, diikuti kemaunnya, maka ia tidak lagi sekedar tamu, melainkan menjadi tuan rumahnya kehidupan.

Demikian ia menjadi tuan rumah, jadilah kebencian sebagai satu-satunya penguasa kehidupan yang mengerikan dan menakutkan. Disebut mengerikan karena kebencian sudah dipastikan membawa sang kehidupan bergerak dari satu kebencian ke kebencian yang lain. Ia menakutkan, karena itulah satu satunya warna dari kebencian.

Keteduhan, kejernihan, keindahan dan kasih telah diperkosa habis oleh kebencian yang sudah menjadi tuan rumah. Kebencian akan berkurang dengan banyak hanya melalui kegiatan MEMAAFKAN. Sebuah kegiatan memaafkan terdengar lebih indah di telinga TUHAN, dibandingkan mulut yang mengucapkan ribuan Doa. Memaafkan itu membebaskan sekaligus MENCERAHKAN.

Selain ketulusan doa, senyum juga merupakan sebuah berkah yang teramat berharga, dengan tersenyum seseorang tidak saja sedang berbagi kebahagiaan dengan orang lain, tetapi sebuah tanda kuat bahwa ia sedang menjadi penguasa atas dirinya sendiri. Lebih dari sekedar menghadirkan sentuhan hati kepada orang lain, melalui senyuman kita menyongsong sang hari dengan penuh pengertian dan rasa syukur.

Kejujuran, kebaikan dan kasih dalam keseharian merupakan jembatan emas bagi ribuan doa yang terucapkan dari mulut yang bersembahyang di ribuan tempat suci.

Manusia bodoh dikalahkan manusia pintar, manusia pintar sering kalah oleh manusia licik dan manusia licik susah mengalahkan manusia BERUNTUNG, dengan kata lain manusia beruntung adalah termasuk manusia dengan kualitas yang tidak terkalahkan.

Jadi kenapa mesti ragu ragu kalau saya bisa beruntung oleh kesopanan dan kerendahan hati, andapun bisa beruntung dengan modal yang sama.

SUKSES TIDAK DIUKUR DARI POSISI YANG DICAPAI SESEORANG DALAM HIDUP,

TETAPI DARI KESULITAN-KESULITAN YANG BERHASIL DIATASI KETIKA MERAIH SUKSES

KEJERNIHAN

• Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukun-lah bersamanya. Karena seumur hidup manusia, teman sejati tak mudah ditemukan.

• Saat bertemu penolong-mu, ingatlah untuk berterima kasih kepadanya. Karena ialah yang membantu mengubah hidupmu.

• Saat bertemu dengan orang yang pernah kau cintai, tersenyumlah dgn wajar. Karena dialah yang membuatmu lebih mengerti arti cinta.

• Saat bertemu orang yang pernah kau benci, sapalah dgn tersenyum. Karena ia membuatmu semakin kuat dan teguh.

• Saat bertemu dengan orang yang pernah menghianati-mu, berusaha untuk bisa berbicara dengannya. Karena jika bukan dari dia, hari ini kau tak memahami dunia ini.

• Saat bertemu dengan orang yang pernah salah paham padamu, Gunakan saat tersebut untuk menjelaskannya.Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan ini saja.

• Dan saat engkau bertemu seseorang yang saat ini menemanimu seumur hidup {keluarga}. Berterima kasih-lah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu.Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati yang kau cari.

SEBELUM MENGELUH

• Hari ini sebelum kamu mengatakan kata kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.

• Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

• Sebelum kamu mengeluh tidak punya apa apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta minta dijalanan.

• Sebelum kamu mengeluh buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.

• Sebelum kamu mengeluh tentang istri atau suamimu , pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada TUHAN untuk diberikan teman hidup.

• Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

• Sebelum kamu mengeluh tentang anak anakmu, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

• Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, pikirkan tentang orang orang yang hidup dijalanan.

• Dan disaat kamu mengeluh dan lelah tentang pekerjaanmu, pikirkan tentang pengangguran, orang orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan tetap seperti anda.

• Sebelum kamu menunjuk jari menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak pernah khilaf dan berdosa.

by PlumeriaGroup

Copyright © All Rights Reserved · Green Hope Theme by Sivan & schiy · Proudly powered by WordPress