Jun
17

Krisis ekonomi merupakan salah satu penyebab meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran, disisi lain kemalasan dan kejahatan memperburuk dilema yang ada, menjadi sebuah keprihatinan yang tak terpecahkan, dengan dilandasi jiwa mandiri serta kepedulian kepada sesama kami sebagai pemasok bunga kamboja kering (dry, plumeria, flowers) menawarkan sebuah peluang emas untuk meminimalisasi keprihatinan yang ada, bergabunglah bersama kami bersatu kita meraih keberhasilan dan masa depan..

.

. .


.                                                                                                                                                                            .

Sekilas tentang, bunga kamboja kering

Secara nasional masyarakat Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika sudah lama mengenal plumeria dengan nama bunga kamboja, ada juga beberapa nama lain berdasarkan bahasa daerah seperti di Madura dikenal dengan nama cempaka, di Jawa cempoko atau sembojo dan lain sebagainya, tetapi dari semua nama yang ada plumeria paling populer dikenal dengan nama bunga kuburan atau bunga makam karena di sebagian besar wilayah Indonesia plumeria merupakan tanaman yang banyak ditemukan dan ditanam di dalam areal makam.

Berdasarkan sejarah rakyat awal mulanya plumeria dipergunakan sebagai tanda untuk tempat pemakaman raja dan keluarga kerajaan yang dibawa oleh kebudayaan agama Hindu, dipercaya sebagai bunga yang disukai oleh para dewa, selanjutnya menjadi tradisi yang membudaya menjadikan plumeria sebagai figur bunga makam, semua berjalan turun temurun dan berkelanjutan sampai dengan saat ini, mitos pun berkembang sampai-sampai plumeria dipercaya memiliki unsur gaib oleh sebagian orang yang kurang mengenal sisi positif dari tanaman ini sehingga menjadi tanaman yang kurang diminati dan terabaikan.

Berbeda dengan di Bali yang menjadikan plumeria sebagai sosok bunga istimewa dikenal dengan nama jepun atau cempaka, di sini plumeria tidak ditanam di makam tetapi ditanam di hampir setiap rumah penduduk sebagai penghias di depan rumah karena diperlukan setiap saat untuk pergunakan sebagai sarana utama dalam rutinitas upacara penyembahan kepada para dewa dan leluhur secara adat tradisional Bali yang mayoritas menganut agama Hindu Bali, hal ini menjadikan plumeria sebagai sosok bunga kebanggan dan pelambang dari pulau dewata ini, tercermin juga dari penari Bali (janger) yang selalu menyelipkan bunga plumeria di telinganya, selain itu juga sering dipergunakan untuk menyambut dan memanjakan para wisatawan asing yang datang dengan untaian kalung plumeria atau mandi bunga.

Keunggulan lain dari plumeria di Bali terlihat dari banyaknya jenis varian plumeria yang berwarna-warni dengan satu jenis plumeria yang paling dominan khas Bali kelopak bunganya berwarna kuning kontras dengan aromanya yang berkesan royal dan mewah, jenis ini memiliki istilah nama balinese palace karena paling banyak diketemukan di Bali.

Plumeria memiliki kemiripan sifat dengan adenium yang memiliki banyak getah dan sangat mudah dikembangkan dengan penanaman biji atau setek (potong – tanam), tetapi ada sedikit hal yang perlu diperhatikan untuk keberhasilan penanaman cara setek, batang plumeria setelah dipotong dari induknya sebaiknya daun yang tersisa dibuang selanjutnya ditaruh dahulu beberapa hari ditempat teduh supaya getahnya keluar dan tanaman siap untuk rekovery, hal ini sangat membantu mempercepat proses pembetukan akar guna kehidupan baru.

Di sisi lain ada yang berusaha membudidayakan plumeria secara masal dengan tujuan memetik bunganya untuk dijual sebagai produk bunga kamboja kering yang dibutuhkan oleh negeri tirai bambu sebagai salah satu bahan campuran minuman kesehatan, ada juga sebagian kecil yang dipergunakan untuk bahan pewangi dan parfum kecantikan.

Pepatah mengatakan dimana ada gula disitu ada semut, pedagang bunga kamboja kering-pun bermunculan dimana-mana mulai dari partai kecil sampai partai besar menjadikan situasi makam ramai oleh para pemulung bunga kamboja kering yang hasilnya bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari guna meningkatkan taraf hidup mereka yang sebagian besar berasal dari keluarga miskin.

Penulis : Mr. Amin. .

Dream Weaver Hit Counter


WordPress SEO fine-tune by Meta SEO Pack from Poradnik Webmastera